Surat Dari ASNLF (2)


Surat Dari ASNLF (2)

Logo ASNLFBanda Aceh – Redaksi AtjehLINK kembali menerima sebuah surat elektronik dari pihak yang mengatasnamakan dirinya Acheh Sumatra National Liberation Front/Aceh Merdeka (ASNLF/AM).
Kali ini, rilis tersebut dikirim oleh Arjuna yang mengaku sebagai Juru Bicara ASNLF/AM Wilayah Pidie.
Sebelumnya, Sabtu (16/02/2013) AtjehLINK juga menerima rilis dari Abu Sumatera Pasee yang mengaku dirinya Juru bicara ASNLF/AM Wilayah Pasee.
Berikut isi lengkap rilis tersebut yang diterima AtjehLINK, Kamis (21/02/2013) sekira jam 02.00 WIB;
Assalammu’alaikum w.w.
Kru seumangat!
Kami dari Acheh-Sumatra National Liberation Front/Atjèh Meurdéhka (ASNLF/AM) ingin mengumumkan bahwa tidak akan pernah menerima dalam bentuk apapun kerja sama dengan pemerintahan kolonial Indonesia dan kaki tangannya yang ada di Atjèh sampai kapanpun. MERDEKA merupakan harga mati bagi segenap bangsa Atjèh.
ASNLF/AM selaku penerus dari perjuangan endatu-endatu bangsa Atjèh mengajak kapada seluruh elemen masyarakat Atjèh untuk bersatu dan sama-sama membentuk barisan demi memperjuangkan kemerdekaan yang hakiki yang merupakan hak segenap bangsa di muka bumi. Sebagaimana dalam Al Qur’an juga disebutkan “Allah SWT tidak akan pernah mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu mengubah nasibnya sendiri” (Surat Ar-Ra’d – 11).
MoU Helsinki hanyalah perjanjian sekelompok masyarakat Atjèh dengan pemerintahan kolonial Indonesia yang hari ini berani mengatas namakan rakyat Atjèh. Mungkin Indonesia merasa berhasil dengan tercapainya MoU Helsinki tapi itu semua hanyalah tipu daya kolonial Indonesia untuk membodohi rakyat Atjèh. Atjèh merupakan bangsa berdaulat dan bermartabat jauh sebelum kolonial Indonesia merdeka. Jadi sampai kapanpun tidak ada alasan bagi pemerintahan kolonial Indonesia untuk menguasai Atjèh. Opsi-opsi licik yang ditawarkan oleh pemerintahan kolonial Indonesia melalui runding di Helsinki hanyalah harapan semu dan harapan itu sekarang perlahan-lahan menjadi mimpi buruk bagi rakyat dan bangsa Atjèh.
Mengenai partai-partai politik yang sekarang gencar dibicarakan di Atjèh, sekali lagi kami tegaskan kami dari ASNLF/AM tidak pernah mengakui apa lagi mendukung suatu partai politik apapun. Bagi ASNLF/AM partai-partai politik yang ada di Atjèh saat ini merupakan perpanjangan tangan dari pemerintahan kolonial Indonesia dan tidak ada sangkut paut apapun dengan ASNLF/AM.
Boikot pemilu 2014 merupakan salah satu program untuk membuka kaca mata dunia bahwasanya bangsa Atjèh tidak menerima perintah apapun dari pemerintahan kolonial Indonesia ataupun kaki-tangannya di Atjèh. Bila ada yang mengatakan ASNLF/AM mendukung partai politik tertentu, itu hanyalah provokasi yang sengaja dihembuskan oleh oknum atau kelompok tertentu untuk mendapatkan simpati dari rakjat Atjèh demi memenangkan pemilu yang akan datang.
Kami menegaskan Perjuangan keumerdekaan tidak akan pernah hilang dalam sanubari bangsa Atjèh oleh karena itu kami menghimbau Aktivis-Aktivis kemerdekaan dan segenap rakyat Atjèh bekerja sama untuk mendukung Program Boikot Pemilu 2014 dengan mekanime yang telah ditetapkan sesuai dengan etika International dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia.
Sikap ASNLF/AM untuk Boikot Pemilu 2014 sudah tidak bisa ditawar lagi dan sudah kita pelajari untung dan rugi terdapat rakyat Atjèh, ASNLF/AM berkomitmen tidak dengan cara-cara menyerah atau berunding dengan pemerintah kolonial Indonesia. Sekarang dengan begitu banyaknya kehilangan nyawa orang-orang Atjèh yang tidak berdausa apakah bangsa Atjèh masih patut duduk satu meja dengan pemerintahan kolonial Indonesia?
Salam. 
Juru Bicara ASNLF/AM Wilayah Pidie
Arjuna
(sp)

0 Response to "Surat Dari ASNLF (2)"

Posting Komentar