Rabu, 06 Maret 2013

ACEH SUMATRA NATIONAL LIBERATION FRONT WILAYAH ATJEH RAJEK





ACEH SUMATRA NATIONAL LIBERATION FRONT WILAYAH ATJEH RAJEK

Lhokseumawe - ANP : Juru bicara ASNLF-AM wilayah Atjèh Rajek, Mirah Sima, melalui press realese yang dikirimkan ke redaksi acehnationalpost.com Senin, (04-03/2013), mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Atjèh terutama di dalam wilayah pimpinannya dan seluruh bangsa Atjèh yang berada di dunia guna bersatu padu bekerja sama membentuk barisan dengan tujuan memperjuangkan hak kemerdekaan yang hakiki bagi bangsa atjeh yang hingga kini masih hidup dalam penjajahan pihak RI.

Disamping itu, juga menyikapi intervensi Pemilu 2014 sehingga ASNLF-AM wilayah Atjèh Rajek di bawah Keutuha Tgk. Banta Cut Ali, siap menjalankan kerja politik untuk melakukan boikot (gagal-red) pesta Pemilu 2014 secara menyeluruh di bumi atjeh. Untuk merealisasi program pemboikotan Pemilu 2014 kader ASNLF-AM telah mengadakan pendidikan ilmu politik di setiap wilayah pimpinannya masing-masing.

upaya penggagalan Pemilu 2014 salah satu bentuk protes yang disuarakan bangsa Atjèh terhadap propaganda politik perpecahan bangsa yang sedang terjadi dari masa orde baru sampai saat ini. Aksi boikot tersebut yang dilakukan tidak bertentangan dengan hukum internasional. Hal itu merupakan salah satu wujud hak kebebasan berpendapat bagi semua bangsa atjeh.

sistem direalisasi kerja politik ini rakyat Atjèh bersama ASNLF-AM melakukan melaui cara damai sesuai dengan etika internasional serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Lembaga ASNLF-AM menepis segala isu yang sengaja dihembuskan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab seperti ancaman akan ada perang konflik bersenjata bagaikan masa dulu. Namun pihak kami dengan tegas menyatakanlembaga ASNLF-AM bekerja dengan cara non kekerasan untuk menggagalkan pemilu nantinya.

Kemudian, ASNLF-AM mengharapkan kerja sama dengan semua pihak yang pro-lahirnya kemerdekaan di bumi atjeh sehinga perlu supaya menyatukan visi dan misi satu arah dan satu tujuan (saban-saban) terus menerus memperjuangkan kemerdekaan via cara sesuai dengan nilai-nilai standard dunia internasional. ASNLF-AM juga menghimbau rakyat Atjèh untuk menyadari hak-hak dasar mereka yang dijamin oleh hukum internasional.

Lembaga ASNLF-AM akan terus berupaya mempersatukan seluruh bangsa Atjèh dalam menyuarakan tuntutan hak penentuan nasib sendiri (self determination). Dan juga menyerukan kepada khalayak umum khusus bangsa Atjèh, guna memperjuangkan kedaulatan hak dan keadilan secara menyeluruh demi untuk kemerdekaan dari penjajahan RI disetiap insan di bumi Atjèh yang kita cintai.

Begitupun, Kami juga menghimbau kepada para aktivis pro-kemerdekaan untuk turut serta mengantisipasi politik adu domba di Atjèh dan mengambil inisiatif membuat laporan kepada lembaga Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di dunia internasional. Tujuannya, jika terjadi pelanggaran HAM, sesuai dengan mekanisme yang berlaku di tingkat international. "Pemilu adalah satu proses untuk memperpanjang kontrak penjajahan di atas bumi Atjèh selama ini."

(release: Atas nama Jubir ASNLF-AM wilayah Atjèh Rajek, Mirah Sima)